1.
Pilih program studi
atau jurusan yang masih banyak dibutuhkan di dunia kerja sampai lima tahun ke
depan. Tolok ukur kebutuhan dunia kerja bisa disimak dari rekruitmen CPNS bila
yang ingin menjadi PNS atau lihat di koran untuk kebutuhan tenaga kerja di
sektor swasta.
2.
Coba untuk mendaftar
di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) baik jalur PMDK atau SPMB. Apabila diterima,
daftar ulang dan ikuti kuliah dengan baik. Lulusan PTN lebih diprioritaskan
daripada PTS dari segi pengalaman penyelenggaraan pendidikan dan nama besar PTN
saat penentuan diterima tidaknya dia bekerja.
3.
Apabila tidak diterima
di PTN dan ingin kuliah di luar kota sesuai jurusan yang diminati di Perguruan
Tinggi Swasta (PTS), konsultasikan secara baik dengan orang tua sebagai
penyandang dana apakah sanggup membiayai sampai lulus kuliah. Ingat di luar
kota ada tambahan biaya kost dan biaya makan disamping biaya utama yaitu biaya
kuliah.
4.
Apabila jurusan yang diminati
ada di PTS di lokasi tempat tinggal kita (dalam kota), daftar aja ke situ.
Ingat PTS dengan jurusan yang sama yang berlokasi di luar kota belum menjamin
kesuksesan mahasiswanya setelah lulus kuliah. Belum tentu mahasiswa itu jago di
bidangnya. Tergantung dari kemauan dan tekad dari mahasiswa itu untuk giat
belajar dan tekun berdoa.
5.
Kuliah di dalam kota
lebih hemat biaya dan lebih banyak keuntungannya. Apabila tinggal dengan orang
tua hanya biaya kuliah yang harus dikeluarkan. Dekat dengan orang tua bisa
menjadi pengontrol tindakan yang dilakukan, menjadikan kita tidak salah arah.
6.
Mutu atau kualitas
yang baik dari suatu Perguruan Tinggi (Negeri atau Swasta) belum menjamin mutu
atau kualitas mahasiswa menjadi baik dan unggul. Faktor dari sisi
mahasiswanyalah yang menentukan mutu atau kualitasnya bisa menjadi baik dan
unggul. Banyak dijumpai lulusan Perguruan Tinggi di luar kota diuji dengan
lulusan Perguruan Tinggi di dalam kota dengan jurusan yang sama, kadang lebih
unggul lulusan dalam kota.
Sumber:
https://tkjsmkn1pacitan.wordpress.com/








0 komentar:
Posting Komentar