Setiap makhluk yang
hidup di dunia ini bisa dikatakan akan memiliki sebuah keluarga pada saat
mereka sudah mulai beranjak dewasa. Berkumpul, bersatu dan menjalani kehidupan
bersama dengan sesama jenisnya demi kelestarian hidup jenisnya di masa yang
akan datang. Baik itu manusia, hewan maupun tumbuhan akan memiliki pasangan
hidup yang menemaninya, menjalani kehidupan baik suka maupun duka. Akan tetapi
pengertian keluarga dalam konteks manusia hasilnya akan berbeda dengan
pengertian keluarga dalam konteks hewan ataupun tumbuhan. Dalam konteks manusia
sendiri, anjuran berkeluarga sudah sangat ditekankan baik agama maupun negara.
Memiliki sebuah keluarga akan berdampak kepada kelestarian manusia di masa yang
akan datang, jumlah manusia pun akan bertambah seiring dengan bertambahnya
jumlah suatu keluarga.
My Mom and Dad
Keluarga adalah pusat
perkumpulan dan poros untuk melestarikan tradisi-tradisi serta tempat untuk
menyemai kasih sayang dan emosional. Keluarga juga ibarat landasan sebuah
komunitas dan ketahanannya akan mendorong ketangguhan sebuah masyarakat. Dalam
ranah sebuah negara, keluarga memiliki pengaruh besar terhadap keberhasilan
pembangunan sebuah bangsa. Hal ini terkait erat dengan fungsi keluarga sebagai
wahana pembentuk sumber daya manusia yang berkualitas dan menyakinkan.
Me and my two sisters
Dalam segi psikologi,
keluarga juga memiliki peranan penting dalam merendam emosi, mencegah depresi,
dan memberi dampak-dampak psikis lain bagi seseorang. Misalnya seorang anak
yang kehilangan orang tuanya biasanya akan larut dalam kesedihan, diliputi rasa
takut, bersikap emosi dan kehilangan rasa tenang. Disini terlihat kontribusi
positif keluarga dalam menjaga kesehatan mental dan memberi ketahanan terhadap
tekanan-tekanan jiwa dan depresi.
Dalam segi sosiologi,
kata “keluarga” berarti kesatuan kemasyarakatan (sosial) berdasarkan hubungan
perkawinan atau pertalian darah. Keluarga merupakan agen sosialisasi seseorang
yang pertama. Di dalam keluarga lah seseorang pertama kali merasakan
berinteraksi dengan orang lain. Contohnya saja ketika ibu melayani keperluan si
bayi seperti menggendong, memberi makan, memandikan, dan memberikan kenyamanan.
Dalam Islam ada
istilah “keluarga sakinah” yang memiliki arti sebagai pengertian keluarga yang
tenang, tentram, bahagia dan sejahtera lahir batin. Munculnya istilah keluarga
sakinah sesuai dengan firman Allah SWT dalam surah Ar-Rum (30) : 21, yang
artinya:
Dan diantara
tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu
dari jenismu sendiri agar kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan Dia
menjadikan diantaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu
benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berfikir.
Dari ayat tersebut
dapat kita tarik sebuah tujuan berumah tangga atau berkeluarga adalah untuk
mencari ketenangan dan ketentraman atas dasar mawaddah wa rahmah, saling
mencintai, dan penuh rasa kasih sayang antara suami istri.
Keluarga merupakan
tempat dimana kita dapat merasakan ketentraman lahir maupun batin. Sosialisasi
antar keluarga harus tetap terjaga agar kedepannya keluarga yang sakinah,
mawaddah wa rahmah bisa tetap di rasakan oleh anggota-anggota keluarga
tersebut. Jadikanlah keluargamu sebagai tempat perlindunganmu, tempat dimana
kita semua dapat merasakan sebuah surga di dunia ini, walaupun surga kita ini
tidak abadi namun setidaknya kedamaian dan ketentraman ala surga duniawi sudah
dapat kita raih dan rasakan.
Keluargaku Surgaku !!! Usyratii
Jannatii !!!









0 komentar:
Posting Komentar